Who moved my teak

25 04 2009
who moved my teak

who moved my teak

Who move my teak adalah plesetan dari karya fenomenal who move my cheese karya Spencer Johnson yang memberikan perumpamaan indah dalam kehidupan di sebuah “Labirin” dimana dua tikus, yaitu Sniff dan Scurry, serta dua kurcaci, yaitu Hem dan Haw mencari “Cheese”. Cheese dalam cerita ini mewakili apa yang anda inginkan dalam kehidupan, dan labirin mewakili di mana anda mencarinya.

Namun sekarang cheese kita rubah menjadi TEAK.  Inilah ceritanya ….

Sniff, si tikus pembau perubahan dengan segera. Scurry, si tikus  sigap dan siap dengan tindakan.  Hem, si kurcaci penolak dan pelawan perubahan penuh rasa takut.  Haw, si kurcaci pencoba adaptasi untuk lebih baik.

Mereka mencari TEAK pada labirin yang gelap dan sering menyesatkan. Sniff, si tukang endus dan Scurry si tukang lacak mulai berlari cepat menyusuri lorong. Dengan menggunakan instingnya, mereka memilih metode trial and error. Sering kali mereka tersesat ke jalan yang salah, tapi mereka terus mencoba mencari jalan yang lain.

Hem dan Haw dengan kemampuan berpikir dan belajarnya juga berusaha mencari TEAK.

Akhirnya keempatnya menemukan TEAKs di suatu tempat bernama TEAK Station C (TSC).  Mereka bersuka cita dan menikmati TEAK sepuasnya. Setiap hari mereka rutin mengunjungi TSC.

Sniff dan Scurry selalu bangun pagi menuju tempat itu, melepas sepatu, mengikat keduanya dan menggantungkan di lehernya, dan sebelum menikmati TEAK, mereka memeriksa tempat itu apabila ada perubahan.

Hem dan Haw mula-mula selalu bangun pagi namun kemudian karena mereka sudah tahu jalan menuju TEAK itu, mereka mulai bangun siang dan berjalan santai. Hem dan Haw merasa bahagia dan puas dengan tempatnya yang baru sehingga mereka menjadi arogan.

Suatu hari mereka berempat menemukan bahwa TSC kosong. TEAK telah hilang !!  semua terperanjat dan berteriak “WHO MOVE MY TEAK”.  Meski demikian Sniff dan Scurry tidak kaget dengan kenyataan itu karena mereka sadar bahwa TEAK itu lama-lama akan habis karena setiap hari dimakan. Mereka siap dengan keadaan yang tak terelakkan ini. Segera saja Sniff dan Scurry memakai sepatu dan langsung berlari mencari cheese yang baru. Mereka melihat bahwa TSC telah berubah, maka merekapun memutuskan untuk berubah.

Reaksi Hem dan Haw dalam menghadapi ini. Mereka kaget dan marah. Hem menilai keadaan ini tidak adil karena mereka merasa berhak menikmati TEAK itu selamanya dan menyalahkan orang lain yang telah memindahkan TEAK itu. Sedang Haw mulai berpikir, bagaimana hal ini bisa terjadi. Mereka berdua takut, bagaimana mereka akan bisa hidup tanpa TEAK itu.

Di lain tempat, Sniff dan Scurry masih berlari kesana kemari tanpa kenal lelah mencari TEAK yang baru. Berulang kali mereka melewati jalan buntu dan memasuki tempat yang kosong, tidak ada TEAK. Tapi mereka terus mencoba.

Akhirnya mereka sampai di suatu tempat bernama TEAK Station N (TSN) yang penuh dengan TEAK. TEAK di situ ternyata lebih hebrink dari TEAK di tempat yang lama. Mereka menikmatinya dengan puas.

Hem dan Haw masih terus mendatangi TSC dan berharap TEAKnya kembali. Tapi harapan mereka sia-sia. Hem diam dan putus asa. Sedang Haw mulai tidak tahan dengan keadaan seperti itu dan mencoba mencari cara untuk bisa menemukan TEAK itu.

Keduanya lantas memahat dinding tempat itu, ternyata TEAK yang dicari tetap tidak dapat ditemukan. Haw mengajak Hem mencari TEAK yang baru di luar. Tapi Hem menolak karena dia masih yakin TEAKnya akan kembali dan berpikir bahwa belum tentu mereka akan memukan TEAK di luar sana. Diam-diam Haw juga didera rasa takut untuk memasuki tempat-tempat asing yang gelap dan menyesatkan.

Tapi dia telah membayangkan bahwa di luar sana dia akan mendapatkan TEAK yang lezat. Haw menertawakan kebodohannya. Mengapa dia hanya membayangkan tapi tidak berusaha keluar? Karena Hem tidak mau diajak, Haw pergi sendiri. Di sepanjang perjalanan dia disergap rasa takut yang amat sangat. Ada kalanya dia ingin kembali ke tempat semula yang enak dan aman, tapi dia menyadari bahwa disitu tidak ada TEAK lagi.

Anehnya, semakin lama dia merasa langkahnya semakin ringan. Dia merasa nyaman telah terbebas dari rasa takutnya dan sangat menikmati saat melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di sepanjang jalan dia memberi tanda dengan menuliskan sesuatu di dinding. Dia berharap hal itu bisa dijadikan jejak yang dapat diikuti Hem, sahabatnya, jika Hem berniat menyusulnya.

Akhirnya dia sampai di TSN dan menjumpai Sniff dan Scurry yang tengah menikmati TEAK. Haw begitu gembira dengan penemuannya dan bersama-sama Sniff dan Scurry menikmati TEAK. Haw hanya bisa berharap berharap Hem segera dapat melepaskan diri dari rasa takut dan segera bergerak ke tempat lain.





Revolusi Ide

23 04 2009

Banyak hal muncul di sekitar kehidupan kita. Semua bukan tanpa sengaja diciptakan.  Mereka dihadirkan dari sekumpulan orang-orang yang keluar dari kebiasaan. Seperti semangat Singapore Airline dengan tagline Be Part of the Success.  Meski demikian SIA pernah mengundang IDEO untuk membantu menelisik sebuah masalah kecil mendasar di SIA yang tidak diketemukan sendiri untuk memperbaiki kinerjanya.

Silakan kinjungi bagaimana IDEO dengan komunitas multi talenta telah menyulap sebuah ide menjadi kenyataan seindah pelangi. Demikian juga TED yang secara galak menginisasi pertemuan secara berkala dengan mengundang komunitasnya dan menghadirkan orang-orang dengan ide gila. Silakan unduh rekam prosesnya untuk koleksi pribadi dan dikaji untuk melahirkan sebuah ide-ide gila demi kemajuan perusahaan.

Salah satu hal yang bisa kita segera lakukan adalah melakukan revolusi ide atau revolusi berpikir. Revolusi berpikir bisa dilakukan dengan cara-cara kecil dan sederhana seperti memikirkan multi fungsi sebuah alat atau benda di sekitar kita. Setiap ketemu pikirkan alternatif lain untuk apa. Bila memungkikan buatlah master mind (MM) untuk menggali ide-ide, yaitu berdiskusi setengah jam hingga satu jam dengan beberapa kawan untuk menggagas apa saja.  Hal ini sangat penting untuk melatih otak kita bekerja sehingga pada suatu ketika akan secara otomatis mempunyai reflek berpikir alternatif.

Kita telah diberikan anugerah maka sebagai rasa syukur harus kita manfaatkan sebesar mungkin untuk kemaslahatan lingkungan kita. Jadi tidak ada alasan jika Perhutani tidak semakin maju dan HEBRINK.

Be bright your idea in one steap ahead.





Brani nGebrain 2 be d Best

21 04 2009

Tomas Alfa Edison, seorang sosok yang terkenal dengan seribu satu ide pencarian untuk perbaikan dunia. Sebuah bola lampu telah merubah peradaban dunia.

Salah satu spirit yang paling utama adalah nilai-nilai keunggulan pribadinya yang sangat tajam menatap jauh ke depan tanpa batas. Cara berpikirnyalah yang menjadikan batasnya.

Sifat berani meski hanya berpikir dan bermimipi menjadi hal yang sangat esensial untuk menyongsong hari esok yang semakin baik.

Brani ngebrain atau berani memanfaatkan otak dan pikiran kita, sebagai anugerah yang sangat fenomenal dari Illahi Robbi, untuk menjadi yang terbaik. Jack Welch dengan semangat be number one or number two sangat menginspirasi kami untuk NGeBraIn.

PerhutaniBrAiN, bukanlah sosok sembarangan. Dia adalah sebuah komunitas yang menantang masa depan agar lebih baik dengan memulainya dari memikirkan sesuatu yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang. Hanya kebetulan saja kami memang bekerja dan berkarya di Perum Perhutani.

Dengan ini kami memproklamasikan bahwa PerhutaniBraIn akan menjadi lokomotif perubahan dan perbaikan para individu unggul menyongsong era kemenangan ecodevelopment.

Salam Sukses Luar Biasa





Pengaturan Hasil

8 04 2009

posted by farid ma’ruf

ps.  penulisan rumus ada yang hilang (mohon diupdate oleh ybs.)

PENGATURAN HASIL

  1. TENTANG DAUR JATI

Daur yang ada, udah benar atau tidak ?

Latar Belakang :

Direktorat Perencanaan dan Produksi Perum Perhutani, 2008, bermaksud merubah daur jati berkisar dari 11 s/d 60 tahun berdasarkan umur kondisi umur rata-rata struktur kelas hutan yang ada sekarang.

Masalah :

1. Kewenangan siapa menentukannya ? Regulator (Dephutbun) atau Operator (PHT).

2. Bagaimana menentukannya ? Dasar pertimbangannya harus jelas.

3. Reaksi eksternal?

Pembahasan tentang Daur Jati

  1. Seminar tgl. 11 September 1968 di Yogyakarta, kerjasama antara Direksi Perhutani Jawa Timur dengan Fakultas Kehutanan UGM. (Hasil Seminar gak punya euy
  2. Temu Karya Daur Jati, tgl. 10-11 Agustus 1983 di Malang.
  3. Seminar tgl. 5 Januari 1985 di Yogyakarta, kerjasama antara Persaki Cabang Yogyakarta, Persaki Cabang Jawa Tengah dan Persaki Jawa Timur
  4. Lokakarya Pemantapan Kelas Perusahaan Jati Perum Pehutani tgl. 12 Maret 1991 di Jakarta.

Definisi :

Poedjorahardjo, 1983, berpendapat daur merupakan rotasi tegakan, karena menurut The American Society Foresters, 1958, adalah jangka waktu dalam tahun yang diperlukan untuk membangun dan menumbuhkan tegakan ke suatu kondisi yang spesifik untuk masak.

Rochmini, Soediono, 1983, daur berfungsi sebgai dasar dalam pengaturan hasil atau Yield regulation.

Penetapan Daur :

Diskusi Daur Jati di lingkungan Perhutani, 1983.

Ir. Poedjorahardjo MSc, 1983, mengutip pendapat Davis (1966), bahwa daur ditetapkan berdasarkan :

Demand, Produk apa yang dapat dijual paling optimum -> ukuran yang marketable dapat menentukan penetapan lamanya daur

Supply, Produktivitas hutan apa yang dapat ditanam -> Dengan tabel tegakan dapat menentukan penetapan lamanya daur, CAI & MAI.

Berdasarkan faktor tersebut diatas mengusulkan : Kombinasi permintaan dan penawaran untuk menentukan lamanya daur dapat dilakukan dengan membuat Tabel hasil keuangan, dengan pendekatan ; Bunga Tegakan, Nilai Harapan Tanah.

Rocmini – Soediono, 1983, menyatakan bahwa percobaan pendekatan daur jati telah dilakukan diantaranya :

Berdasarkan Daur Teknis :

Cordes ,1881, jati pada umur 80 s/d 100 tahun cukup masak tebang, ini berdasarkan pendapat bahwa massa kayu terbesar dan sifat teknis kayu jati dapat dicapai pada umur tersebut.

Bruinsma, 1891, kurun waktu 80 s/d 100 tahun dianggap cukup untuk menghasilkan kayu jat untuk berbagai tujuan.

Von Hertling, 1895, berdasarkan rentabilitas daur 80 tahun meunjukkan penghasilan minus, sedangkan daur 60 tahun surplus.

Berdasarkn pendapat Cordes dan Bruinsma, tahun 1897 disusun Dienstreglement Tahun 1897 yang menetapkan daur jati adalah 80 tahun.

Beberapa penelitian di tahun 1899 menunjukkan bahwa perubahan bentuk batang jati, sampai mencapi bentuk normal, diperlukan waktu 60 tahun, selanjutnya tidak terjadi lagi perubahan bentuk -> Sebagai indikator kualita batang jati dibentuk setelah tercapai umur 60 tahun.

Daur Fisik :

H.J Kerbert , 1902, berdasarkan pohon jati yang tumbang, bahwa pohon jati sanggup tumbuh sampai umur 120-125 tahun pada tanah yang jelek, sedang di tanah yang lebih baik 169-205 tahun.

Van Deventer, 1908, berdasarkan pohon-pohon yang tumbang, diduga daur fisik jati adalah antara 120-300 tahun.

Daur Finansial :

Pan , 1906, tingkat rentabilitas yang tinggi dapat dicapai pada saat hasil yang dipungut menunjukkan nilai tertinggi per satuan luas.

Beekman, 1918, bahwa nilai tertinggi belum tentu bersamaan tercapainya dengan tingkat rentabilitas tertinggi, karena nilai masih dapat naik terus pada saat kenaikan rentabilitas berhenti. Kemudian Beekman, menghitung daur finansial : berdasarkan bunga 1 % untuk bonita rendah, 2 % bonita sedang (III), 2,5-3 % untuk bonita tinggi, diasumsikan panjang daur adalah sbb :

85 – 90 tahun untuk Bonita III

55 – 65 tahun untuk Bonita IV dan V

AF Wehlburg , 1906, bahwa sekalipun nilai harapan masih tetap bertambah, belum mencapai titik tertinggi, akan tetapi bila pengeluaran dan nilai tanah tidak lagi seimbang, maka dari sudut finansial tegkan ybs sudah mencapai saat masak tebang. Wehlburg berpendpat daur jati 80 tahun.

Instructie voor het opstellen van voorlopge bedrijfsplanen der djatibossen, 1913, Jati daur pendek = 80 tahun; 100 tahun daur panjang, 120 tahun daur terpanjang (untuk memperoleh kayu yang berukuran besar).

Z. van Doorn, 1933, mengusulkan diterapkan berbagai daur yang disesuaikan dengan ; tujuan pengusahaan, kedaan tegakan dan keadaan ekonomi. Konkritnya tetap daur 60, 80 dan 120 tahun.

WAP de Boer, Boita IV up 50-60 tahun, Bonita II dan III daur 70-80 tahun, 120 tahun terlalu lama.

Hellinga, 1940, menentukan daur dengan menggunakan Nilai Harapan Tanah dan Nilai Hasil adalah :

Bonita : 2,5 3,5

Nilai Tanah : 130 tahun 125 tahun

Nilai Hasil : 65 tahun 60 tahun

Danhoff , 1941, menyarankan penggunaan daur perusahaan (bedrijfomloop), yaitu panjang Daur adalah sekitar 40 – 80 tahun dengan bunga antara 2 – 6 %.

Jon Sediono selanjutnya menyarkan daur ditetapkan berdasarkan perhitungan World Bank Agriculture Methode

Wiroatmodjo, 1952, daur jati sebaiknya rata-rata 40 tahun disertai intensifikasi pada pengelolaan hutan, agar kehutanan berperan lebih besar bagi masyarakat.

Soedjadi Martoiwirjo, 1983, ketentuan formal penetapan daur jati hanya terdapat pada Dienstvoorschrift, Bedrijfsregeling en Bedrijfsplannen, A. Definitive Bedrijfsplannen voor de Djatibosschen :

Daur jati menurut ketentuan tersebut sambil menunggu hasil-hasil penelitian baru harus berada dalam batas antara 50-80 tahun. Sesuai dengan perhitungan daur finansial yang dilakukan oleh Prof Dr Beekman, Pengumumn BPK No. 3 dan 6.

Tanaman jati boleh ditebang pada umur mulai 40 tahun (KU V) asal dari kelas hutan miskin riap : Miskin riap muda berumur 80 tahun atau kurang ; Miskin riap sedang berumur 81 – 120 tahun ; Miskin riap tua berumur diatas 120 tahun.

Atang Soemaatmadja et all, 1983, penurunan daur dengan latar belakang peningkatan volume produksi akan mengakibatkan :

Makin lebih luas bekas tebangan yang harus ditanami

Perlu lebih banyak investasi prasarana eksploitasi

Kemungkinan penurunan harga rata-rata

Mempercepat makin kecilnya diameter kayu yang dipungut dalam jangka berjalan.

Rumusan Temu Karya Daur Jati, Malang 1983:

Macam-macam daur :

1. Daur tehnik adalah daur yang ditetapkan berdasarkan tujuan penggunaan jati.

2. Daur massa kayu adalah daur pada saat dimana hutan mencapai produktivitas maksimal. Biasanya saat ini dicapai apabila CAI memotong MAI.

3. Daur fisik adalah daur dimana pohon-pohon jati mulai mati. Kematian ini bervariasi menurut bonita, misalnya pada bonita III berumur sampai 125 tahun, sedang pada bonita IV ke atas sampai 300 tahun.

4. Daur finansial adalah daur yang dihitung berdasarkan :

a. Nilai harapan tanah, atau

b. Nilai pendapatan bersih dari hasil pengusahaan hutan jati.

5. Daur perusahaan adalah jangka waktu yang ditetapkan apabila nilai pendapatan bersih setelah di dicounted sama dengan biaya tetap dan harapan tanah.

6. Daur ekonomi ditentukan melalui dua pendekatan :

a. Fungsi produksi (ekonomi mikro) yang ditetapkan berdasarkan keuntungan maksimum. Daur ekonomi ini tercapai dari pengelolaan hutan dalam jangka waktu tertentu (marginal revenue), sama dengan biaya yang dikeluarkan (marginal cost) dan sama pula dengan harga kayu per m3.

b. Aspek makro ekonomi. Dalam penentuan daur secara makro ini diperhitungkan manfaat (benefit) dari pengelolaan hutan, baik yang langsung berupa hasil hutan / non hasil hutan dari hutan jati maupun hsil/manfaat tak langsung seperti ketenagakerjaan, kesempatan usaha dlsb.

Daur yang berlaku pada Perum Perhutani sekarang bersumber dari instruksi penyusunan RP 1938 berkisar antara 40 tahun dan 90 tahun, yang pada dasarnya merupakan daur finansial dengan penyesuaian pada keadaan sekarang.

Penetapan daur tersebut di atas perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi hutan serta mission Perum Perhutani. Oleh karenanya disarankan :

  1. Untuk penetapan metode perhitungan daur yang sesuai dengan mission Perum Perhutani perlu mengkaji daur-daur yang sudah ada.
  2. Dalam penetapan daur Perum Perhutani tersebut di atas disarankan menggunakan model World Bank dalam analisia proyek-proyek pembangunan pertanian (Agricultural Development Project Analysis)
  3. Membentuk rayoniasasi daur (antara lain berdasarkan bonita, kepentingan industri atau tingkat keamanan hutan)
  4. Berhubung dalam Buku Intruksi Penyusunan RPKH (SK Dirjen Kehutanan No. 143 tahun 1974) yang berlaku belum ada penetapan umur tebang minimum, seyogyanya diterbitkan instruksi khusus mengenai penentuan umur tebang minimum.

Seminar Daur Jati Persaki di Yogyakarta

Rumusan Seminar Daur Jati Persaki, Yogyakarta 1985:

  1. Tujuan pengelolaan hutan jati adalah memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal dan lestari untuk pembangunan nasional dan pembangunan daerah setempat. Dalam mencapai tujuan tersebut, segala keputusan harus bersifat sistem (tinjauan akan mencakup semua aspek).
  2. Agar kelestarian sumber daya yang dimanfaatkan untuk pembangunan tersebut terjamin, diperlukan beberapa sarana untuk pengaturanya. Salah satu sarana yang diperlukan itu adalah daur. Atas dasar pandangan ini maka penentuan daur harus disesuaikan dengan ragam sumber daya yang ada, sehingga setiap perubahan keadaan sumber daya menuntut adanya perubahan cara penentuan daurnya.
  3. Mengingat keadaan sumber daya (hutn jati) yang ada sekarang, daur hutan jati yang selama ini digunakan perlu segera ditinjau kembali. Sesuai dengan teori-teori dan analisis yang diajukan dalam seminar serta bertitik tolak pada kenyataan di atas, daur jati di beberapa bagian hutan dapat diturunkan sampai dengan (minimum) 40 tahun. Untuk menemukan angka daur yang memenuhi segala persyaratan bagi suatu bagian hutan, diperlukan studi ilmiah dengan menggunakan model-model kuantitatif seperti yang dibicarakan dalam seminar ini
  4. Dari segi pasar dan teknologi penggunaan kayu, penurunan daur jati tidak akan berpengaruh buruk apabila diikuti dengan pengaturan yang baik. Dalam hal pengendalian harga jual misalnya, dapat dilakukan dengan pengaturan supply. Namun sebelum dilaksnakan di lapangan, hal ini perlu dikaji dulu kebenarannya.
  5. Kecuali faktor kepentingan finansial usaha, sistem pengelolaan hutan jati juga harus memperhatikan keadaan sosial ekonomi masyarakat di sekita hutan. Mengingat sistem pengelolaan yang dijalankan selama ini masih banyak dipengaruhi oleh sistem yang dianut dalam masa kolonial yang keadaan sosial ekonomi masyarakatnya sudah jauh berbeda dengan keadaan sekarang, maka sistem pengelolaan yang ada perlu ditinjau kembali. Beberapa cara (model) dapat diterapkan untuk meningkatkan peranan hutan dalam memenuhi kepentingan bersama antara pembangunan masyarakat di sekitar hutan, tanpa mengorbankan kepentingan finansial pengelola.
  6. Setiap perubahan ketentuan/ketetapan yang menyangkut pengelolaan hutan jati, termasuk daur, sistem pengelolaan dan lain-lain ketentuan cukup diselesaikan oleh Pengelola Hutan Jati karena dia lebih mengetahui dan lebih merasakan masalah-masalah yang dihadapi serta lebih berkepentingan terhadap keputusan tersebut.


Lokakarya Pemantapan Kelas Perusahaan Jati, 1991

Sekalipun daur jati cukup panjang 40-80 tahun, akan tetapi pendapatan nyata dari hutan jati lebih tinggi dari hutan jenis kayu lain, dengan resiko keberhasilan cukup tinggi, kecocokan tempat tumbuh, resistensi tegakan terhadap hama dan penyakit dan kebakaran hutan serta gangguan lain di samping terkuasainya silvikultur jati.

Pengusahaan jenis jati bagi Perum Perhutani merupakan bisnis jati yang sudah rolling. Sedangkan bagi bisnis yang sudah rolling, IRR merupakan pertimbangan yang kedua. Dengan demikian daur jati sekitar 40-60 tahun yang IRR-nya tinggi perlu juga di beberapa wilayah yang daurnya 70-80 tahun sesuai dengan bisnis kayu jati, ataupun dengan kata lain daur tidak perlu waktu yang sama untuk seluruh wilayah pengelolaan akan tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan azs manfaat yang lestari.

Daur jati harus ditetapkan melalui prosedur dan tata cara pengkajian seluruh unsur perencana dan pengelola untuk setiap KPH berdasar matrik yang menghubungkan antara berbagai faktor yang mempengaruhinya (fisik, teknis dan sosial ekonomis) yang berkisar antara 40-80 tahun.

Penentuan daur :

  1. Mempelajari dimensi tegakan dan komposisi sortimen hasil tebangan untuk mengetahui hubungan antara dimensi tegakan dengan komposisi hasil tebangn pada berbagai umur dan bonita serta intensitas eksploitasi
  2. Mengadakan perhitungan satuan/standar biaya per hektar tanaman, per m3/stapel meter hasil eksploitasi dan per satuan lain yang diperlukan pada perhitungan daur.
  3. Mengadakan penelitian pasar dan harga kayu jati untuk berbagai sortimen dan kualita serta peruntukkanya.
  4. Mengadakan perhitungan daur per wilayah disertai oleh analisa kepekaan dengan memasukkan berbagai unsur yang berpengaruh terhadap pengusahaan jati.

Ir. Wardono Saleh, 1991

Alternatif memperpendek daur dapat ditempuh dengan cara :

  1. Memperpendek daur dengan jenis tanaman yang sama
  2. Mengganti jenis yang berdaur panjang, dalam hal ini jati dengan jenis cepat tumbuh berdaur pendek.

Prof. Dr. Ir A. Soemitro, 1991.

Perum Perhutani menganut mazhab Forest Rent yang tidak memperhitungkan suku bunga, hal ini kalau di-discount akan memberikan hasil yang berbeda. Makin subur lahan dapat diperlakukan makin intensif dan daur yang tinggi dapat diterapkan pada tempat-tempat yang letaknya jauh dari penduduk. Pada tempat-tempat berbonita kurang dari 2,5 bisa diterapkan daur pendek dengan dukungan teknologi dan selera. Daur yang fleksibel antara 40-80 tahun lebih bagus dari pada pertauran yang harus ditentukan secara harga mati.

Prof. Ir. Soedarwono, 1991.

Penurunan daur hanya karena untuk melayani pasar akan berbahaya bagi kelestarian hutan, kalau mau merubah daur sebaiknya jangan disamakan. Pada daerah-daerah yang aman dipertahankan, sedang pada daerah yang baru perlu diadakan penyelidikan dahulu.

Ir. Koesnandar, 1991.

Oomlop bisa ditentukan tapi silvikulturnya harus baik, dan pemeliharaannya juga harus baik disamping itu harus memperhatikan faktor-faktor klimatis dan tanah.

Dr. Ir. Zachrial Coto, 1991.

Dalam menentukan daur jati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan bila menebang jati dengan daur pendek, kualitas kayu akan rendah dan menyulitkan dalam pengerjaan selanjutnya, sedangkan dengan daur panjang bisa memberikan keawetan alami yang lebih lama. Oleh karena itu perlu adanya suatu penelitian yang dapat memberikan masukan teknologi dalam rangka menetapkan daur yang tepat. Penelitian ini juga diharapkan dapat mengungkapkan perbedaan tempat tumbuh terhadap kualitas kayu. Hal lain yang perlu diteliti adalah mutu kayu jati dari negara lain di pasaran internsional, sehingga daya saing produk kayu jati kita tetap tinggi.

Ir. Roedjai, 1991.

Berdasar data-data yang ada dan hasil analisa, perlu diadakan penelitian kembali kemungkinan penurunan daur jati dengan mengikutsertakan pakar-pakar yang terkait secra menyeluruh ditinjau dari aspek teknis, ekonomis, sosial, budaya dan lain-lain dengan mengikutsertakan Litbang serta menggunakan jasa konsultan yang independen. Penetapan umur 40-80 tahun harus tetap didasarkan pada tatanan kelestarian bukan prinsip ekonomi semata.


Kesimpulan :

  1. Kewenangan penetapan daur, belum diatur dalam peraturan yang ada.
  2. Penetapan daur merupakan keputusan manajerial, tapi harus dilakukan secara hati-hati, perlu kajian yang mendalam dan komprehensif.
  3. Perubahan daur :

Ø Dulu, moral ilmiah ada nyali ga ada

Ø Kini, nyali gede moral ilmiah ga ada

Ø Esok, nyali gede moral ilmiah by proses???

b. TENTANG PENGATURAN HASIL

Pengaturan hasil pada hutan jati di Pulau Jawa, sudah dikenal sebagai cara mengatur pemanenan hasil hutan jati dengan batasan berupa etat tebangan, baik luas maupun massa, agar terjadi pemanenan hasil yang lestari.

Konsep etat tebangan menurut Beekman, 1918, dalam Boschreglement Tahun 1865 ditetapkan bahwa penebangan tahunan harus kira-kira sama sesuai dengan riapnya.

Instruksi 1938,

Penetapan etat ini mengacu kepada metode Dienstvoorschrift, yaitu untuk reencana penebangan dibatasi dengan pada besaran Etat luas dan Etat massa.

Penaksiran hasil akhir, ditentukan pada akhir daur untuk kelas hutan ku yang berada di bawah daur, dan untuk hutan alam miskin riap dihitung dengan rumus luas x Bonita X f.e.

Kesatuan volume adalah werk hout, yaitu suatu kesatuan volume yang diturunkan dari salah satu kesatuan volume WvW dengan istilah volume dikhout (Vdk) dibagi 3.

Menurut Soemaatmadja, kesatuan volume tersebut adalah jauh lebih rendah daripada bentuk kayu perkakas yang dipungut pada waktu itu.

Perhitungan etat adalah sbb :

Etat berdasarkan perhitungan tersebut di atas tidak serta merta ditetapkan sebagai etat tebangan, mengingatnya besarnya kelas hutan miskin riap, pada jangka pertama dilakukan pembenahan sbb :

Jangka benah menurut etat luas untuk kelas hutan mr dan mt

luas mr + luas mt = pembagian menurut Luas

sa mt = pembagian menurut massa

an demikian etat masa dan etat luas untuk jangka pertama

dapat dihitung berdasarkan etat terhitung dibagi rata-rata jangka benahnya.

Instruksi 143/74

Pada tahun 1974 melalui SK No. 143. Perum Perhutani melakukan migrasi metode pengaturan hasil dari model Instruksi 1938 kepada metode Burn, 1951, (dengan penggagas al. Jon Sediono).

Metode Burn bertujuan menata kembali kelas-kelas hutan jati supaya ada keseimbangan dalam kelas-kelas umur jati tanpa mengingat keuntungan finansial dari produksi yang akan dijual (Ir. Hartono Wirjodarmodjo MA, Dirut Perum Perhutani, 1983)

Metode ini menggunakan penaksiran massa didasarkan pada umur tebang rata-rata, yaitu Etat massa ditentukan atas dasar growing stock pada utr bukan pada akhir daur atau bukan pada saat perisalahan. Bahwa sampai saat tegakan ditebang, diasumsikan rata-rata terdapat jangka waktu selama ½ Daur, maka utr ditetapkan = umur rata-rata + ½ Daur dengan syarat umur tiap-tiap tegakan diketahui (Mohammas Harris Soeranggadjiwa, 1978). Dg adanya komputer, gimana kalau konstanta ½ daur ini dirubah berdasarkan perhitungan rii ?

Penentuan etat pada Instruksi 143 pada prinsipnya sama dengan cara pada Instruksi 1938, yaitu terdiri dari etat luas dan etat masa :

Dimana :

a. Bonita dan DKN adalah tertimbang dari luasnya.

b. Umur rata-rata masing-masing kelas hutan tanaman (KU) berdasarkan umur tengahnya (SISDH dihitung secara tertimbang berdasarkan luasnya !).

Berdasarkan umur rata-rata, dapat diketahui umur tebang rata-rata (utr), dengan rumus : utr = umur rata-rata tanaman kelas Perusahaan + ½ Daur

e. Massa kayu dari hutan alam jati yang dihitung menurut tarif Ferguson langsung dari hasil sampling. Hal ini disebabkan umurnya tidak dapat diketahui dengan pasti. Massa kayu hutan tanaman jati dihitung berdasarkan tabel Wolf von Wulfing, dan dikoreksi dengan KBD saat perisalahan. Sudah saatnya KBD, diperlakukan sama dengan massa, tdk dengan asumsi KBD tetap sejak perisalahan sampai akhir hayat

Etat luas langsung ditetapkan berdasarkan perhitungan yang diperoleh dengan rumus 1. Etat luas per tahun dapat diketahui dari proyeksi bagan tebangannya untuk jangka perusahaan yang pertama. Dengan demikian ada kemungkinan bahan etat luas per tahun berdasarkan proyeksi bagan tebangan akan jauh berbeda dengan etat luas rata-rata seluruh daur.

Sedangkan untuk etat massa per tahun sebelum ditetapkan, etat tersebut harus dilakukan pengujian etat (Cutting time test), yaitu pengujian terhadap kelestarian produksi selama daur berdasarkan luas tegakan produksi yang ada serta berdasarkan potensi produksi dari masing-masing petak/anak petak.

Bilamana di dalam pengujian ini jumlah kumulatif tahun-tahun penebangan selama daur dianggap ada perbedaan yang nyata dengan daur yang ditetapkan (ditentukan perbedaan > 2 tahun), maka etat massa yang telah didapat pada perhitungan pertama dikoreksi menjadi etat massa untuk diuji lagi pada Cutting time test berikutnya sampai perbedaan akhirnya maksimum 2 tahun.

Setelah jumlah kumulatif tahun-tahun penebangan sama atau mendekati daur, etat yang didapat ditetapkan sebagai etat tebangan yang akan direncanakan.

Jadi etat massa per tahun yang ditetapkan adalah etat massa yang telah dikoreksi terakhir, dimana setelah diadakan pengujian Cutting time test memenuhi persyaratan kelestarian produksi.

Cutting time test

Dalam pengujian etat, jumlah kumulatif penebangan seluruh daur diperoleh berdasarkan pengujian jangka waktu penebangan masing-masing kelas hutan yang diperhitungkan, dimulai dari kelas hutan yang diprioritaskan untuk segera ditebang, berturut-turut dari kelas hutan miskin riap (jika ada), KU tua sampai KU yang termuda.

Prinsip dasar dalam pengujian jangka waktu penebangan masing-masing kelas hutan, adalah

a. Pengujian dilakukan terhadap potensi massa, untuk mengetahui jangka waktu penebangan (JWP) yang akan dilakukan.

b. Membandingkan antara umur tebang rata-rata (utr) menurut etat massa terhadap Etat luasnya. Apabila utr menunjukkan perbedaan yang nyata, maka jangka waktu penebangan menurut etat massa perlu diperbaiki. !!! Ketetapan dalam sk 143 ini perlu dikaji ulang, karena tidak sesuai dengan contoh perhitungannya dalam 143 itu sendiri :

Ø Jika mau dianalogikan dengan koreksi daur, mestinya yang dibanding adalah JWP menurut luas dan massa. jika ada perbedaan yg signifikan, mestinya JWP menurut etat massa harus dikoreksi

Ø Jika tetap utr yang dibandingkan, maka pemilihan JWP (luas or massa) harusnya keputusan manajerial, tetap saja menurt luas or massa, gitu mas !

r = jwp kumulatif, Daur = kumulatif etat massa dikoreksi

Pada pengujian masing-masing KH, seharusnya isi tegakan dikoreksi

c. Membandingkan jumlah kumulatif jangka waktu penebangan berdasarkan etat massa untuk seluruh kelas hutan dengan daur yang ditetapkan. Apabila memberikan perbedaan nyata > 2 tahun, maka etat dikoreksi. Jika jwp kumulatif ~ daur yang ditntukan, maka etat massa ditetapkan.

Berdasarkan etat yang dihitung dari potensi yang ada baik luas maupun massa, selanjutnya dilakukan pengujian untuk masing-masing kelas yang ada, dengan prosedur sbb :

1. Jika ada kelas hutan hajmr (yang mana tidak diketahui umurnya), langsung dihitung jwp menurut massanya = Vhajmr : Etat massa

2. Dimulai dengan ku yang tertua atau prioritas pertama untuk ditebang (mr). Bila daur turun < 40 tahun, mestinya tjbk harus dihitung ! enak ga enak makan tuh. Logikanya :

Ø Kelas hutan mr ~ bk pada usia > 40

Ø Jika pada daur > 40, mr merupakan kh prioritas u/ ditebang, maka pada daur < 40 tahun, bk adalah prioritas. Dpl kelas hutan bk merupakan prioritas pembenahan dlm rangka menormalisir struktur kelas hutan !

3. Umur pada saat mulai ditebang :

· Jika ada klas hutan hajmr perhitungannya = Umur rata-rata ku ybs + Jwp hajmr.

· Jika tidak ada klas hutan hajmr, umur saat mulai ditebang kelas hutan tertua adalah = Umur saat muli ditebang.

4. Jwp, menurut etat luas = Luas kelas hutan ybs : Etat luas.

5. Utr menurut etat luas = Umur saat mulai ditebang + ½ JWP (menurut etat luas)

6. Potensi ditaksir pada saat Utr menurut luas, dengan Bonita ybs, ditentukan menurut tabel WvW.

7. Isi tegakan pada saat utr menurut etat luas dihitung berdasarkan : Vol tabel x KBD x luas.

8. Jwp menurut etat massa = Isi tegakan yang ada : Etat massa.

9. Utr menurut etat massa = Umur saat mulai ditebang + ½ JWP (menurut etat massa)

10. Jumlah JWP masing-masing kelas (kumulatif) bandingkan dengan daurnya.

· Jika tidak ada perbedaan yang nyata, etat massa dapat ditetapkan.

· Jika ada perbedaan, dilakukan Pengujian tahap selanjutnya dengan etat massa yang harus dikoreksi berdasarkan perbedaan jumlah kumulatif tahun penebangan (JWP kumulatif).

Etat massa terkoreksi =

Daur

Bagan Tebang Habis

Bagan tebang habis adalah ikhtisar rencana produksi (luas dan volume dalam m3 kayu perkakas) selama daur, yang dirinci pada tiap jangka perusahaan untuk masing-masing kelas hutannya. Volume produksi di dalam bagan tebang habis disusun sedemikian rupa, sehingga jumlah volume produksi praktis sama di dalam setiap jangka. Luas tebangan habis setiap jangka disesuaikan dengan potensi produksi rata-rata masing-masing kelas hutan.

Acuan penentuan bagan tebang habis adalah jangka waktu penebangan masing-masing kelas hutan menurut skala prioritas yang sudah ditetapkan dalam cutting time test. Berdasarkan jangka waktu penebangan dari masing-masing kelas hutan, maka akan diketahui lokasi petak tebang yang akan direncanakan penebangan, yang selanjutnya ditetapkan sebagai pusat tebang habis.


Tebangan menurut waktu dan tempat

Rencana tebangan selama jangka perusahaan yang pertama (Jangka ke I) disusun ke dalam daftar rencana tebangan habis menurut waktu dan tempatnya yang dituangkan kedalam model PDE.10 d/h PK.10. Berdasarkan Bagan Tebang Habis, langsung dapat diketahui kelas hutan yang direncanakan untuk ditebang habis dalam jangka pertama.

Penyusunan urut-urutan penebangan :

a. Urutan waktu penebangan harus didasarkan kepada luas dan potensi produksi rata-rata per tahun. Luas dan volume tebangan tiap tahun agar diusahakan merata swetiap tahun, mengingat kemungkinan reboisasinya dan fluktuasi supply.

b. Urutan tempat penebangan harus diarahkan sedapat mungkin untuk memperoleh bidang penebangan yang terpusat (kap sentra), supaya jalan-jalan angkutan yang ada dan akan dibuat dalam jangka pertam dapat dipakai seefisien mungkin.

o Luas Tebangan maksimum

Harus mempertimbangkan keadaan dan kondisi tanahnya dan atau masalah tenaga kerja.

Keadaan Wilayah

Tegakan-tegakan yag selekas mungkin harus ditebang harus dikerjakan terlebih dahulu, disertai penjelasan bagaimana pengangkutan kayu dari pusat tebang akan dijalankan dan kebutuhan jalan-jalan yang belum ada.

Keamanan

Tegakan-tegakan yang mudah terganggu keamanannya harus segera ditebang.

Pusat tebang dapat diperluas dengan anak-anak petak yang tidak produktif, tetapi baik buat perusahaan tebang habis yang terletak di dalam atau berdekatan dengan pusat tebang tersebut. Perluasan dengan anak-anak petak yang tidak baik buat perusahaan tebang habis hanya boleh dikerjakan untuk pembulatan atau bila telah dapat dipastikan bahwa penanaman di tempat itu akan berhasil.

Perluasan pusat tebang yang dimaksud adalah dengan merencanakan tebangan lanjutan (Tebangan B) pada lapangan yang tidak produktif. Tujuan dari tebang habis lanjutan adalah untuk mempertinggi produktivitas tanah tersebut, oleh karena itu penebangan habis pada lapangan yang tidak produktif harus segera diikuti dengan penanaman.

Lapangan yang tidak produktif ini dimasukkan ke dalam rencana tebangan (PDE.10) jika biang ini terletak berdekatan dengan pusat-pusat tebangan yang direncanakan, atau apabila kelomok lapangan yang tidak produktif ini cukup luas dapat direncanakan pusat-pusat tebangan tersendiri (Pusat Penanaman; Prof. H. Simon).

Hutan lindung tidak boleh ditebang.

Rancangan Teresan Umum dak Ikhtisar pelaksanaannya (PDE. Recana Teresan).

Permulaan jangka rencana teresan, harus benar-benar memperhatikan persediaan teresan yang sudah ada (yang sudah dilaksanakan), dengan acuan tetap mengikuti etat rata-rata minimal untuk dua tahun. (teb A.1).

Rencana teresan untuk tebangan A2 jangka pertama, diproyeksikan langsung berdasarkan dari PK.10/PDE.10 yang sudah tersusun lokasi waktu dan keluasannya.

Pada rencana teresan ini, harus dicantumkan pula rencana tebangan habis dalam 2 tahun pertama untuk jangka kedua (tebangan A.3) berdasarkan bagan tebang habis yang sudah tersusun.

Tujuan dibentuknya tebangan A1. dan A3 adalah supaya tidak terjadi kevakuman kegiatan yang disebabkan peralihan antar jangka RPKH. (lih. aturan penyusunan RTT)


JANGKA BENAH

Dasar kebijakan :

Jangka benah diperlukan pada saat pengaturan hasil pada tegakan yang menyimpang dari normal, yaitu tegakan yang luas tiap KU tidak sama besarnya, biasanya KU muda lebih besar daripada KU tua.

Dalam Instruksi 1938, jangka benah dimaksud untuk memberi kesempatan pada tanaman muda mencapai umur tebangnya

Pada metode utr, dapat juga dilakukan pengaturan agar tanaman muda bisa mencapai umur tebangnya.

1. Alternatif pertama :

Menunda penebangan sampai daur, konsekwensinya riap tegakan yang seharusnya sudah dapat dipungut jadi tertunda.

2. Alternatif kedua :

a. Memperpanjang jangka waktu penebangan -> memperkecil etat volume,

b. Lamanya JWP dapat diatur dengan penggunaan Utm (umur tebang minimum)

Cara perhitungan :

1. Etat massa pada akhir pengujian dikoreksi dengan cara ratio antara umur yang terendah dengan daur dikalikan Etat massa semula (dalam SK 143, ratio JWP dengan daur).

2. Jika di dalam pengujian Etat selisih JWP luas dengn masa lebih besar dari 10 tahun (SK 143 beda 2 tahun), maka digunakan JWP menurut Etat luas. Akibatnya volume tebangan per tahun dari KU berubah -> JWP kumulatif berbeda jauh dengan Daur.

Supaya JWP kumulatif ~ Daur, maka dilakukan Jangka benah

Salam Lestari

Staf SPH Jombang





S-A-B-A-R

8 04 2009
Posted by daddy_hermawan@yahoo.com

Tidak mendapatkan hasil seperti yang saya mau. kehidupan tidak selalu sesuai
dengan apa yang kita inginkan, bagaimana kita mengatasi masalah diatas, jawabannya saya  adalah dengan bersabar. tentu apa
lagi yang kita bisa lakukan, apakah kita harus berteriak-teriak, memarahi
keadaan yang ada, semua tiada guna sama sekali. lebih bak kita sabar dan sambil
berfikir jalan keluarnya.

Ejaan hurup SABAR terdiri dari lima hurup S - A - B - A - R adalah sebuah
kalimat yang sederhana untuk terucap, dan mungkin kita akan sering berujar pada
kata ini. Kata ini memang sangat indah dan mudah untuk diucapkan secera lisan.
Tapi Kata Sabar sangatlah sulit ketika kita menjalaninya. kala ujian, cobaan,dan
musibah beruntun datang menghampiri. maka terkadang Sabar lah suatu solusi yang
bisa kita AMBIL

Dengan sabar kita bisa melihat sebuah peringatan didalamn sebuah masalah, ada
hikmah menyertainya sebuah masalah "Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan".. karena sesungguhnya semua
ujian, cobaan, dan musibah yang menimpa kita.. Sabar.. adalah menahan keinginan
dan mengendalikan diri untuk melaksanakan sesuatu yang dikehendaki / ditetapkan
syara' dan akal sehat, atau menahan diri untuk menjauhi sesuatu yang dilarang.

Terkdang orang bilang  "sabar orang itu ada batasnya" adalah sebagai batas
kemampuan seseorang dalam berdaya dan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan
sudah metok, habis, segala yang diketahui tak lagi mampu menjawab, semua solusi
mandul, semua jalan sudah tertutup dan tak ada lagi jalan keluarnya, jelasnya
orang tersebut tidak lagi mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya atau habis dan sirna ketangguhannya.

Untuk bisa sabar Mulanya kita harus memaksa diri kita untuk bisa menjadi sabar,
dan semua berangkat dari kesadaran diri terus menerus, motivasi kuat bahwa "
Saya bisa sabar ". sabar bisa di sebut dalam beberapa hal

    1. Sabar terhadap MUSIBAH adalah : SABAR
    2. Sabar ketika BERHASIL adalah : Pengendalian diri dan Menyalah
       gunakan Nikmat
    3. Sabar dalam MENAHAN AMARAH ialah: Penyantun
    4. Sabar dalam MENGHADAPI BENCANA adalah : LAPANG DADA
    5. Sabar dalam MENYIMPAN PERKATAAN yaitu: Dapat Dipercaya
    7. Sabar untuk TIDAK BERLEBIH-LEBIHAN DALAM KEHIDUPAN : Sederhana
    8. Sabar terhadap PEMBAGIAN (REZEKI) YANG DIPEROLEHNYA :Mau Menerima (Nerimo)

kita dapat menangani kebanyakan masalah karena kita menyadari bahwa ada waktu
yang memisahkan antara kita dengan tujuan kita. kita mungkin perlu menelpon
sebanyak dua puluh kali untuk mampu menjual sesuatu. Sabarlah. kita mungkin
perlu mencoba sampai lima kali untuk bisa berhenti merokok atau menurunkan berat
badan. kita. kita mungkin perlu mengirim sepuluh lamaran kerja untuk mendapatkan
pekerjaan yang benar-benar kita inginkan. Intinya adalah, bahwa kita harus
berusaha dan terus berusaha sampai kita berhasil. Kebanyakan orang berhenti
terlalu cepat. Tetaplah tekun. Tetaplah sabar. Konsentrasilah pada tujuan utama
kita sampai kita mampu mencapainya. Intipermasalahannya bukan pada apa yang kita
kerjakan kemarin. Bukan juga pada apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Tetapi inti dari semua itu adalah apa yang
kita persiapkan untuk dikerjakan setiap hari.

Jangan salah kaprah mengartikan sabar dengan sebuah kepasrahaan tanpa mau
berusaha untuk melakukan sesuatu sebenarnya kesabaran adalah sebuah sikap siap
menerima dan tabah atau berlapang dada saat kita mendapat sebuah ujian, atau
kegagalan,a atau kejatuhan pada saat segala sesuatu yang menimpa kita

Untuk bisa menjad sabar tidak ada proses yang instant, tak ada yang tiba2x
menjadi sabar atau tiba2x menjadi ikhlas, semuanya perlu waktu, kesadaran, dan
pembelajaran terus menerus. Sampai akhirnya ia melekat dalam diri kita dan
menjadi karakter kita. Seperti bernafas, kita tak berfikir saat kita bernafas.
Demikian halnya dengan karakter yang telah melekat pada diri kita. Kesabaran,
keikhlasan, dan sifat baik lainnya. Akanmengalir saja, jika ia telah melekat
dalam diri kita.

Mari sekarang kita lebih sabar dalam menjalankan kehidupan ini, terap kan sabar
dalam segala aspek kehidupan kita, saat mencari nafkah, kita sabar tidak
mengambil jalan pintas dengan korupsi, saat berkendara kita sabar tidak
berkendara seenaknya, saat menjadi pemimpin, kita sabar tidak menjadi pemipin
yang buruk, saat jadi bawahan kita sabar untuk menjalani dengan ikhlas, saat
terkena masalah kita sabar untuk ikhlas dan mencari jalan keluar. saat beribah
kita sabar untuk bisa beribadah dengan baik. karena dengan sabar dunia ini bisa
lebih indah. dan sabar adalah sebuah emosi positif dalam menghadapi permasalan
di dunia ini.

Dengan mempunyai sifat sabar kita bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan
berkharisma. dan dengan sabar kita bisa menyelesaikan masalah dengan solusi yang
tepat. Dan kita tidak hanya memikirkan hasil akhir, kita juga menikmati proses
terjadinya. Jadi tidak ada salahnya kita bersikap sabar. Walau memang mencoba
menjadi sabar adalah hal yang luar biasa susah, tetapi bukan tidak mungkin.
Dengan ini saya mencoba mengajak sahabat berlatih memiliki sifat sabar dan
tenang. Untuk kehidupan yang lebih baik, dan bersabar untuk meraih kesukesan.

Mari kita berlatih untuk lebih sabar mulai dari kita, dan kita terapkan kepada
lingkungan kita, mari jadikan sabar sebagi langkah awal kita untuk mencapai
mimpi dan kesuksesan hidup.




daUn ULAR vs DBD

5 04 2009

Posted by  : dpurwan@gmail.com

Non Original

DAUN ULAR…… obat DBD paling ampuh.

Yang satu ini ndak ada dijual, tapi cukup gampang didapat, nyari sendiri dan murah. Jadi ini ndak mempromosikan produk obat dan ndak butuh BPPOM untuk melegalisir.
Obat DBD, demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR. Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari. Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, biar pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong.


Resep ini sudah dicoba beberapa kali. Ada anak kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..


Beberapa teman juga sudah diinfo, hasilnya ampuh. Ada yang divonis DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung dikasih daun ular kita, besoknya test lagi trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombositnya masih 150 ribu. Hebat tenan.


Resep ini dari mana? Dari Philippine, sedang populer dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan di sana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja ” comote” atau “kamote”, begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadali oleh saya… Jangan googling nya “daun ular”, yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe.


Selamat mencoba dan tolong diterusin ke tetangga dong. Ini murah meriah dan HEBAT.





Jantung Koroner

5 04 2009

Posted by   : dpurwan@gmail.com

Non Original

gejala jantung koroner

Kisah Seorang Istri Yang Suaminya Terkena  Serangan Jantung
Ini ada cerita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang mungkin akan menjadi hikmah dan  pelajaran bagi kita semua.

Tanggal 29 April 2006 :

malam kira2  jam 21.00 setelah makan malam..
Suamiku merasa tidak enak badan.. Masuk angin di sekitar perut dan punggung.. Seperti terasa ditusuk2…. Rahang terasa agak kaku,  mulut  agak asam … Minta dibikinkan air  jahe hangat.. Minum lalu  tidur.

Tanggal 30  April:
Bangun tidur…. Pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau  ke kantor,,,
Malam hari di  jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal  yang  sama kembali seperti malam sebelumnya,, dibikinkan jahe  hangat  kembali dan dipaksa tidur..  Tengah malam sekitar pukul 01.00 dinihari  keluar keringat banyak dibadan.  Yang ada dibenak saya dan suami  mungkin  angin sudah keluar, makanya badan  enakan.

Tanggal 1 Mei  2006
(PERISTIWA PENTING DALAM  KEHIDUPAN KELUARGA KAMI)

Pagi.

Rutinitas seperti biasa, ke kantor. Masih telp siang hari. Seperti biasa Karena tidak  mendapat parkir di BEJ maka Mobil  di  Parkir di CAFE BENGKEL.. SEMANGGI dengan Jarak 1 km dari BEJ.

Sore

jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir, sepanjang  Jalan suamiku merasa kaki tak  dapat dilangkahkan. .. … . Leher   terasa  Semakin kaku.. Keringat dingin  bercucuran.. Dingin Dan lemas sekali  seperti tak bisa bernafas..  Beliau berusaha mencapai tempat  Parkir  dan berhasil masuk kedalam Mobil.. (tidak sempat menghi-dupkan  Mobil…Kaca  Tertutup semua. Lampu hijet dinyalakan.. Pintu tidak dirapatkan) Dan  Sempat  Menghubungi saya  untuk mengatakan “bunda, cepat kemari.. Ayah tidak  Kuat lagi”! (Suami Ku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak  ingin Merepotkan orang, sangat mandiri..karena perantau Dan biasa hidup susah)

Saya merasa pasti sesuatu  terjadi….. .. Karena kenal betul kenal  sifat  Beliau. Saya membutuhkan waktu  kira2 setengah jam sampai di  tempat Kejadian.. Yang saya temukan  Beliau sudah hampir hilang  kesadaran.. Baju basah kuyup seperti  Berendam dikolam air, muka  pucat bagai mayat.. Saya berteriak2  minta  pertolongan. .yang kebetulan saat  itu banyak2 supir2 sedang bersiap  Jemput majikannya. Orang2  berlari memberikan bantuan..

Baju  kering.. Aqua.. Bahkan security membuatkan teh  panas manis.. Dan  Memaksa  Suami saya untuk minum… Pikiran saya bekerja… Saya  butuh  Pertolongan orang  yg  Ahli…Saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE.. Saya ceritakan  Kronologis  Kejadian..Beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan  Benda  tajam..  Apapun (waktu itu kuku jari  tangan saya) supaya suami saya  terkejut  Dan membuat  Kesadaran  tidak betul2 hilang2.. Ajak bicara terus.. Dan  segera bawa  Ke rumah sakit terdekat….

Pilihan cuma  Ada dua Rumah Sakit  Pusat  Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit  Jantung Harapan Kita (RSJHK). Minta  Lakukan EKG… tensi darah.. Itu yang harus saya  Lakukan segera. Pilihan  saya ke RSJHK karena arah ke Selatan  macet.

Sepanjang perjalanan.. Saya  mengajak bicara terus. Mengendorkan ikat  Pinggang.. Kami  Sampai di  rumah sakit. Kebetulan brankar sedang kosong,   jadi saya  Dibantu securiti rumah sakit  tersebut mendorong ke UGD dengan  kursi  Roda.sampai di UGD suasana hiruk pikuk Dan kebetulan Hari itu UGD  Sangat penuh.. Suami saya ditolak.  Karena  dilihat  Masih dapat duduk di kursi   roda.. dianjurkan untuk ke poli umum  saja.

Saya mengikuti saran ahli medis..  Saya antar suami ke poli umumnya  Dan sudah tutup,rasanya. . Sakit, seperti tidak  diperdulikan.

Tapi.. Allah itu  maha penyayang,, CAMPUR TANGAN ALLAH mulai  tampak nyata di  Hadapan saya. Seorang   dokter sudah Senior tiba2 Ada di hadapan saya  (sepertinya selesai praktek)  beliau tanya Ada apa ?

Saya  ceritakan  Apa yang terjadi. Beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek  Dan  Mulai melakukan pemeriksaan  lengkap. Muka beliau sangat  terkejut  Begitu membaca hasil EKG.  Dunia bagai kiamat waktu beliau  Mengatakan “Suami Ibu terkena  Serangan Jantung Koroner”! Harus segera  Penanganan intensif… saya  mengatakan UGD penuh. Beliau  katakan TIDAK ADA PILIHAN LAIN HARUS KE  UGD SEKARANG JUGA..beliau membuat  REKOMENDASI URGENT.. Katakan  saja dari DR.AULIA SANI (ternyata beliau mantan Direktur RSJHK).

Yang tadinya kami ditolak..Kemudian  diterima  Di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul2 penuh Hari itu.. di  Situ melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena Terlambat sampai di RS, Saat di  UGD tidak pernah satu tenaga  medis  Yg  menanyakan jaminan apapun kepada saya  (Ternyata ITULAH  MOTO RS tersebut, Tindakan Dahulu…… ..  Uang  baru  Nomor  Berikutnya)

Dokter  Aulia turun tangan langsung,didampingi dokter  Robert dokter  Jaga UGD saat itu..Suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya  aku  Dipanggil keruangan dokter2..  Disana sudah  Ada dr  Aulia & Robert.  Beliau menjelaskan kondisi  suamiku yang sebenarnya.. Dan   mereka  Bertanya apa yang terjadi 1  minggu kebelakang sebelum suamiku kena  Serangan jantung Hari ini.aku cerita rangkaian kejadian.

Beberapa  Malam yang kami kira masuk angin…. Beliau katakan  PADA MALAM2  ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH  TERKENA  SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL.. TAPI SUDAH  ADA BEBERAPA KOMPONEN  JANTUNG YANG MELEMAH..hingga  saat serangan dahsyat datang..  Langsung menganggu Dan RUSAK..

Rupanya itu  belum selesai.. Dokter minta saya berdoa  banyak… 3 jam  berikutnya adalah MASA PENENTUAN.. karena akan datang serangan KEDUA  yng maha DAHSYAT sementara  akibat dari serangan pertama. ada  pembuluh yang rusak..biasanya orang  jarang selamat.. karena faktor  TIDAK  MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI  DENGAN   TEPAT.


Mereka  mengatakan  FUNGSI JANTUNG suamiku untuk sementara diganti dengan MESIN  PACU JANTUNG. Mudahan2 ini dapat membantu bertahan. (waktu   serangan  pertama, dada belum terasa  sakit). kira2 jam 21.00 suamiku  mengalami  Serangan Jantung Kedua yang membuat denyut jantung  berkisar 40.. (padahal normal 70) jam 11.00 suamiku  langsung di masukan ke ICU  karena   kondisi kritis.. dada sakit hebat.. sesak tidak  dapat  bernafas.. (pada saat itu aku hanya bisa menangis.. bingung.. sendiri)

Allah banyak membantu kami  .. aku banyak bertemu orang yang senasib  sepertiku.. yang  mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2  lamanya.Aku bertemu  dokter2 hebat yang  baik hati dan banyak memberi pertolongan  penjelasan yang mudah aku  mengerti..dorongan dan suport dari  semua teman keluarga dan sahabat dari  luar daerah dan luar negeri  yang  membuat aku berkata “AKU  HARUS  KUAT.. SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK2 BUTUH AKU “)

Pasangan hidupku  terbaring selama 20 hari di ICU dengan keadaan semakin  drop,,, sementara dokter2  benar-benar mempersiapkan tindakan  yg paling tepat . hari ke 20 dipersiapkan Katerisasi dipimpin Dr.  Kaligis ( tindakan medis  mengalirkan cairan putih (kontras) ke   dalam  semua pembuluh jantung untuk  mencari dimanakah sumber  penyumbatan  akibat KOLESTEROL dan pembalonan di lokasi penyumbatan  diiringi  pemasangan STAND / RING sesuai panjang sumbatan.(Tindakan seperti  ini  sangat MAHAL) hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga  buah  dokter2 menganjurkan untuk BY PAS  yg kesempatannya fivety-fivety.  . (harga RECOVERY  sebuah  jantung sakit itu sama dengan  harga sebuah rumah atau mobil mewah)

SAYANGILAH JANTUNG  ANDA…
Tapi itu belum seberapa….  Pasangan hidup kita… akan memulai masa  penyembuhan. ., dengan banyak memerlukan perhatian  makanan, kasih sayang yang lebih banyak  dari semula..kesabaran yang tak TERHINGGA.. karena mereka mulai  sehat  dengan proses kepercayaan diri  yang hilang,,, dan  sifat yang  berubah 180 derajat, sangat sesintif dan mudah tersinggung. itu semua  PROSES.. yang kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tau  kapan berakhirnya. …anggap itu semua IBADAH

SARANKU…
HINDARI MAKANAN PADANG .. 75% pasien jantung penyuka  Masakan  Padang. Sekali2 cobalah  datang ke RSJHK.. disana terlihat pasien jantung koroner mulai di usia diatas 25  thn..  Di atas umur 30 kita sudah  terkena resiko pengentalan darah. Perempuan jika masih haid terlindungi  dari penyakit jantung karena memiliki  HORMON. Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu adalah cacat bawaan seperti kebocoran  KATUP & KLEP.

Berolah raga yang  ringan saja.. DIANJURKAN berjalan kaki pagi hari  3 km atau berenang. Hindari olahraga  yang menguras tenaga jika dari  dulu  kita bukan pencinta olah raga tersebut.  Olah raga yang menguras tenaga memacu  ADRENALIN,

Makan banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan KOLESTEROL jahat di tubuh kita.

Hindari  Rokok walaupun Pasif….

Mulailah Hidup  Sehat sebelum terlambat.. karena keluarga masih membutuhkan kita.

Insya’allah berguna dan  bermanfaat.

Serangan  Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas / hangat….
Artikel ini berguna  untuk semua. Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JAN-TUNG!!!!.

Secara logik…., mungkin  ada kebenarannya. . Orang-orang China dan  Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan…. dan bukan-nya  air ES. Mungkin sudah tiba  masanya kita meniru kebiasaan minum air  panas / hangat sewaktu  menikmati hidangan!!!! Kita tidak akan kehilangan apa-apa… malah akan mendapat faedah dari   kebiasaan ini.

Kepada  siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda  Baca.  Memang enak  dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal  !!

Walau bagaimanapun, Air Es akan  membekukan makanan  berminyak yang baru  kita makan.  Ia akan melambatkan   proses pencernaan kita.
Bila  lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan  menyempitkan banyak saluran dan lama  kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk  dan  menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.

Jalan  terbaik…adalah untuk minum sup panas atau air  PANAS/ ha-ngat selepas makan.

Nota penting tentang  SERANGAN JANTUNG!!!
Anda perlu tahu  bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah  kiri.

Berhati-hati juga pada  permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin  tidak akan mengalami sakit dada pada  serangan  pertama serangan jantung.

Keletihan dan berkeringat  adalah tanda-tanda pada umumnya.  Malah 60% pengidap  SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur..  Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.