who moved my teak
Who move my teak adalah plesetan dari karya fenomenal who move my cheese karya Spencer Johnson yang memberikan perumpamaan indah dalam kehidupan di sebuah “Labirin” dimana dua tikus, yaitu Sniff dan Scurry, serta dua kurcaci, yaitu Hem dan Haw mencari “Cheese”. Cheese dalam cerita ini mewakili apa yang anda inginkan dalam kehidupan, dan labirin mewakili di mana anda mencarinya.
Namun sekarang cheese kita rubah menjadi TEAK. Inilah ceritanya ….
Sniff, si tikus pembau perubahan dengan segera. Scurry, si tikus sigap dan siap dengan tindakan. Hem, si kurcaci penolak dan pelawan perubahan penuh rasa takut. Haw, si kurcaci pencoba adaptasi untuk lebih baik.
Mereka mencari TEAK pada labirin yang gelap dan sering menyesatkan. Sniff, si tukang endus dan Scurry si tukang lacak mulai berlari cepat menyusuri lorong. Dengan menggunakan instingnya, mereka memilih metode trial and error. Sering kali mereka tersesat ke jalan yang salah, tapi mereka terus mencoba mencari jalan yang lain.
Hem dan Haw dengan kemampuan berpikir dan belajarnya juga berusaha mencari TEAK.
Akhirnya keempatnya menemukan TEAKs di suatu tempat bernama TEAK Station C (TSC). Mereka bersuka cita dan menikmati TEAK sepuasnya. Setiap hari mereka rutin mengunjungi TSC.
Sniff dan Scurry selalu bangun pagi menuju tempat itu, melepas sepatu, mengikat keduanya dan menggantungkan di lehernya, dan sebelum menikmati TEAK, mereka memeriksa tempat itu apabila ada perubahan.
Hem dan Haw mula-mula selalu bangun pagi namun kemudian karena mereka sudah tahu jalan menuju TEAK itu, mereka mulai bangun siang dan berjalan santai. Hem dan Haw merasa bahagia dan puas dengan tempatnya yang baru sehingga mereka menjadi arogan.
Suatu hari mereka berempat menemukan bahwa TSC kosong. TEAK telah hilang !! semua terperanjat dan berteriak “WHO MOVE MY TEAK”. Meski demikian Sniff dan Scurry tidak kaget dengan kenyataan itu karena mereka sadar bahwa TEAK itu lama-lama akan habis karena setiap hari dimakan. Mereka siap dengan keadaan yang tak terelakkan ini. Segera saja Sniff dan Scurry memakai sepatu dan langsung berlari mencari cheese yang baru. Mereka melihat bahwa TSC telah berubah, maka merekapun memutuskan untuk berubah.
Reaksi Hem dan Haw dalam menghadapi ini. Mereka kaget dan marah. Hem menilai keadaan ini tidak adil karena mereka merasa berhak menikmati TEAK itu selamanya dan menyalahkan orang lain yang telah memindahkan TEAK itu. Sedang Haw mulai berpikir, bagaimana hal ini bisa terjadi. Mereka berdua takut, bagaimana mereka akan bisa hidup tanpa TEAK itu.
Di lain tempat, Sniff dan Scurry masih berlari kesana kemari tanpa kenal lelah mencari TEAK yang baru. Berulang kali mereka melewati jalan buntu dan memasuki tempat yang kosong, tidak ada TEAK. Tapi mereka terus mencoba.
Akhirnya mereka sampai di suatu tempat bernama TEAK Station N (TSN) yang penuh dengan TEAK. TEAK di situ ternyata lebih hebrink dari TEAK di tempat yang lama. Mereka menikmatinya dengan puas.
Hem dan Haw masih terus mendatangi TSC dan berharap TEAKnya kembali. Tapi harapan mereka sia-sia. Hem diam dan putus asa. Sedang Haw mulai tidak tahan dengan keadaan seperti itu dan mencoba mencari cara untuk bisa menemukan TEAK itu.
Keduanya lantas memahat dinding tempat itu, ternyata TEAK yang dicari tetap tidak dapat ditemukan. Haw mengajak Hem mencari TEAK yang baru di luar. Tapi Hem menolak karena dia masih yakin TEAKnya akan kembali dan berpikir bahwa belum tentu mereka akan memukan TEAK di luar sana. Diam-diam Haw juga didera rasa takut untuk memasuki tempat-tempat asing yang gelap dan menyesatkan.
Tapi dia telah membayangkan bahwa di luar sana dia akan mendapatkan TEAK yang lezat. Haw menertawakan kebodohannya. Mengapa dia hanya membayangkan tapi tidak berusaha keluar? Karena Hem tidak mau diajak, Haw pergi sendiri. Di sepanjang perjalanan dia disergap rasa takut yang amat sangat. Ada kalanya dia ingin kembali ke tempat semula yang enak dan aman, tapi dia menyadari bahwa disitu tidak ada TEAK lagi.
Anehnya, semakin lama dia merasa langkahnya semakin ringan. Dia merasa nyaman telah terbebas dari rasa takutnya dan sangat menikmati saat melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di sepanjang jalan dia memberi tanda dengan menuliskan sesuatu di dinding. Dia berharap hal itu bisa dijadikan jejak yang dapat diikuti Hem, sahabatnya, jika Hem berniat menyusulnya.
Akhirnya dia sampai di TSN dan menjumpai Sniff dan Scurry yang tengah menikmati TEAK. Haw begitu gembira dengan penemuannya dan bersama-sama Sniff dan Scurry menikmati TEAK. Haw hanya bisa berharap berharap Hem segera dapat melepaskan diri dari rasa takut dan segera bergerak ke tempat lain.